BERITA

Pertama Kali di Indonesia, Pertamina Jual LNG untuk Bahan Bakar Kendaraan Tambang

  • Jumat, 7 Agustus 2015

Bontang - Pertamina melakukan terobosan dalam melakukan niaga Liquified Natural Gas (LNG) guna memenuhi kebutuhan dalam negeri. Jika sebelumnya Pertamina melakukan niaga LNG dengan regasifikasi dan disalurkan melalui gas pipa, maka saat ini Pertamina menjual kepada konsumen dalam bentuk LNG langsung atau LNG to LNG. Penggunaan LNG secara langsung adalah hal yang baru terjadi dalam niaga gas di Indonesia. Kegiatan niaga LNG yang dilakukan oleh PT Pertagas Niaga, anak perusahaan Pertamina ini dilaksanakan dari stasiun pengisian LNG di plant 26 milik PT Pertagas yang berada di area PT Badak LNG, Bontang, Kalimantan Timur. Di lokasi ini LNG dimasukkan ke dalam truk isotank LNG yang akan mengangkut LNG ke lokasi konsumen. Pengangkutan pertama (first loading) telah dilakukan pada Senin (3/08) untuk pengiriman ke perusahaan tambang PT Cipta Krida Tama di Sanga-Sanga, Kalimantan Timur.

Pemanfaatan penjualan LNG to LNG ini digunakan untuk konversi bahan bakar kendaraan tambang sebagai bentuk dukungan diversifikasi energi, penyediaan energi bersih, efisien, dan ramah lingkungan. Sebelum melakukan komersialisasi, pada tahun 2014 Pertamina telah melakukan pilot project dengan tercapainya target conversion rate 50 : 50 (High Speed Diesel/ Solar : LNG). Keberhasilan pilot project ini menjadi batu loncatan untuk melakukan program konversi ke perusahaan pertambangan lainnya di Kalimantan Timur. “Pertagas Niaga sangat optimistis jika pemanfaatan LNG ini akan terus bertambah. Selanjutnya kami tak hanya memasok untuk kendaraan tambang namun juga untuk Independent Power Plant (IPP) dan kebutuhan listrik”, kata Jugi Prajogio, President Director Pertagas Niaga Rabu (19/08).

Untuk memenuhi kebutuhan LNG bagi bahan bakar kendaraan tambang ini, Pertamina telah memperoleh alokasi LNG 0.02 standard cargo yang dibeli dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Mahakam yakni Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation hingga akhir tahun 2015. Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) antara Pertamina dan KKKS ini telah ditandatangani di Depot LPG Pertamina, Tanjung Priok pada Selasa (14/07). Jugi menambahkan bahwa Pertagas Niaga akan melanjutkan ekspansinya dalam pemasaran LNG for trucking ini dalam waktu dekat. “Sejumlah calon konsumen kami di wilayah Sumatera telah menanti niaga LNG trucking ini. Saat ini kami dalam tahap pembangunan infrastruktur semacam plant 26 di wilayah Arun”, ujarnya.

Program konversi energi dari BBM ke LNG mampu mengurangi kebutuhan dan pemakaian solar dalam negeri yang berdampak positif terhadap meningkatnya keuntungan Negara serta penghematan devisa Negara. Dengan melakukan konversi Solar ke LNG untuk area Kalimantan saja, Potential Saving yang didapatkan dapat mencapai hingga 770 Juta USD setiap tahunnya dan negara mendapatkan keuntungan lain dengan potensi penghematan devisa Negara sebesar 2,5 Milyar USD setiap tahunnya.

 ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

PT Pertagas Niaga adalah anak perusahaan dari PT Pertamina Gas yang resmi berdiri pada tahun 2010. Lingkup bisnis PT Pertagas Niaga adalah bidang komersialisasi gas bumi baik yang melalui gas pipa, dalam bentuk CNG, LNG serta pengembangan jaringan gas kota. Niaga gas meliputi membeli dan memasarkan gas produksi Pertamina EP, PHE/JOB, dan KKS, pemasaran dilakukan kepada konsumen industri maupun kepada trader.