BERITA

Perusahaan Korea dan Pertamina Berbagi Ilmu tentang Keamanan Gas Kota

  • Senin, 7 September 2015

Jakarta (4/9) - Seiring terus bertambahnya pengguna gas kota (city gas) di Indonesia, faktor keamanan (safety) menjadi hal penting untuk selalu diperhatikan. Sebagai perusahaan yang mendapatkan penugasan dari Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mengembangkan jaringan gas kota, PT Pertamina (Persero) pun terus menerus melakukan upaya edukasi mengenai safety, baik bagi operator maupun warga pengguna.

Keseriusan Pertamina dalam bidang safety city gas itu dibuktikan dengan menggandeng Korea Gas Safety (KGS) dan SK E&S, perusahaan dari Korea Selatan yang selama ini menggeluti gas kota di negara tersebut. Dipilihnya Korea Selatan sebagai mitra untuk berbagi ilmu mengenai keamanan penggunaan city gas ini lantaran negara tersebut telah mengembangkan gas kota sejak tahun 1980 dan memiliki pengalaman dalam bidang keamanan gas kota, baik dalam kebijakan maupun teknologi.

Kerjasama bidang safety gas kota ini ditandai dengan ditandatanganinya MOU antara KGS, SK E&S dan PT Pertagas Niaga, perusahaan afiliasi Pertamina yang bergerak dalam pengelolaan gas kota, Jumat (04/09). Hadir dalam penandatanganan MOU yang digelar di Hotel Mulia, Jakarta, ini yakni Park Jangsik, Executive Director Gas Safety Management mewakili KGS, Nam Jungho, Vice President dari SK E&S serta Jugi Prajogio, President Director PT Pertagas Niaga.

Menurut Jugi, salah satu bentuk pelaksanaan MOU ini adalah akan digelarnya workshop tentang keamanan gas kota yang akan diikuti oleh peserta dari Indonesia di Korea pada Oktober tahun ini. “Dengan adanya transfer ilmu ini, selain berguna untuk meminimalisasi persoalan isu keamanan dalam pengembangan gas kota di Indonesia, yang terpenting meyakinkan kepada masyarakat bahwa gas kota itu aman,” tegas Jugi.

Jugi menyadari, meski program jaringan gas kota di Indonesia makin berkembang, tetapi masih ada persoalan yang dihadapi di antaranya adalah gas losses (penyusutan jumlah gas), kekhawatiran masyarakat dalam hal keamanan serta masih terbatasnya pengetahuan baik bagi pemerintah daerah, operator pengelola gas serta masyarakat. “Untuk itulah kami menggandeng pihak-pihak yang sudah berpengalaman di bidang gas kota ini,” ujarnya.

Park Jangsik, Executive Director Gas Safety Management yang mewakili KGS mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Pertamina kepada pihaknya yang dinilai memiliki pengalaman dalam hal gas kota. Sebagai negara yang memiliki pengalaman panjang dalam penggunaan gas kota, Jangsik optimis pihaknya mampu memberikan ilmu yang dibutuhkan bagi pengembangan gas kota di Indonesia. “Kami akan berbagi pengalaman tentang keamanan gas kota di Korea,” ujarnya.

Penandatanganan ini juga, menurut Jugi menjadi bukti keseriusan pihaknya dalam menjalankan Keputusan Menteri ESDM, dimana PT Pertamina ditugaskan untuk membangun dan mengelola jaringan gas kota melalui dana APBN Tahun Anggaran 2015 di Lhoksukon dan Pekanbaru serta mengelola jargas Lhokseumawe, Sidoarjo, Kab. Bekasi, Ogan Ilir, Bontang, Subang dan Bulungan. “Rencananya tiga kota diantaranya akan gas in pada kuarter IV tahun ini,” ujar Jugi. Selain yang bersifat penugasan, Pertamina juga berusaha melakukan pengembangan gas kota non-penugasan di berbagai wilayah.