BERITA

Jumlah Jaringan Gas Kota di Prabumulih Ditambah

  • Rabu, 9 September 2015

Prabumulih – Jumlah pengguna jaringan gas kota Prabumulih dalam waktu dekat akan bertambah. Setelah mendapatkan sambutan baik dari pemerintah dan antusiasme masyarakat pengguna jaringan gas kota, PT Pertamina (Persero) melalui anak perusahannya PT Pertagas Niaga kini mengembangkan jaringan gas kota di Kota Prabumulih, Sulawesi Selatan. Pengembangan jaringan gas kota sejumlah 2.626 sambungan yang berada di wilayah Kecamatan Prabumulih Utara, Prabumulih Barat, Prabumulih Timur dan Prabumulih Selatan ini nantinya akan menambah jumlah pengguna jaringan gas kota yang sebelumnya berjumlah 4.650 Sambungan Rumah tangga (SR) yang dibangun oleh Ditjen Migas, Kementerian ESDM. Tidak hanya melayani untuk sambungan rumah tangga, pengembangan ini nantinya juga menyasar konsumen pelanggan kecil seperti rumah makan.

Guna menyosialisasikan pengembangan jaringan gas kota ini, PT Pertagas Niaga bersama Pemerintah Kota Prabumulih melaksanakan lomba masak menggunakan jaringan gas kota di Taman Wonosari, Kecamatan Prabumulih Utara, Jumat (30/7). Lomba masak yang diikuti oleh warga perwakilan kelurahan pengguna jaringan gas kota ini dihadiri juga oleh Walikota Prabumulih, Ridho Yahya dan President Director PT Pertagas Niaga, Jugi Prajogio. “Prabumulih selama ini dikenal sebagai kota yang sangat mendukung program jaringan gas kota dan hal inilah yang membuat Pertagas Niaga optimistis pengembangan ini berhasil. Untuk investasi pengembangan jaringan ini PT Pertamina (Persero) mengeluarkan biaya sebesar Rp 30 Miliar,” kata Jugi Prajogio. Nantinya warga pengguna jaringan gas kota akan dikenai tarif untuk pelanggan Rumah Tangga 1 (RT-1) Rp 4.500 per meter kubik, sementara untuk RT-2 akan dikenai tarif Rp 6.750 per meter kubik.

Sejak 2013, warga Kota Prabumulih telah menikmati gas alam untuk kebutuhan rumah tangga. Sumber gas kota ini diperoleh dari sumur Pertamina EP Asset-II dengan alokasi gas 0.5 MMSCFD, dan pendistribusiannya melalui pipa milik PT Pertagas. Salah satu tujuan utama pembangunan jaringan gas kota adalah untuk mensukseskan program percepatan penggunaan gas sebagai salah satu program prioritas pemerintah dalam rangka diversifikasi energi, pengurangan subsidi, penyediaan energi bersih, efisien dan ramah lingkungan. Kementerian ESDM melalui Ditjen Migas menetapkan Prabumulih menjadi salah satu kota di Indonesia yang menikmati program jaringan gas kota melalui biaya APBN tahun 2013. PT Pertamina (Persero) melalui anak perusahannya PT Pertagas Niaga kemudian ditunjuk sebagai pengelola jaringan gas di Prabumulih. Selanjutnya PT Pertagas Niaga menggandeng BUMD PT Petro Prabu untuk melaksanakan kerjasama operasi dalam pengelolaannya. Melaui Keputusan Menteri ESDM, PT Pertamina juga telah ditugasi untuk membangun dan mengelola jaringan gas kota melalui APBN Tahun Anggaran 2015 di Lhoksukon dan Pekanbaru serta mengelola jargas Lhokseumawe. Target tahun ini PT Pertamina (Persero) juga bisa segera mengelola jargas di Sidoarjo, Kab. Bekasi, Ogan Ilir, Bontang, Subang dan Bulungan.