BERITA

Mobil Dinas SKK Migas Gunakan BBG Envogas

  • Senin, 18 Januari 2016

Jakarta – Demi mendukung diversifikasi energi, Pertamina dan SKK Migas bekerja sama melakukan konversi energi pada mobil 17 dinas SKK Migas untuk menggunakan Bahan Bakar Gas (BBG). Sejak awal Desember 2015, sebagian mobil dinas SKK Migas telah dipasang conventer kit dan menggunakan CNG Envogas Pertamina sebagai bahan bakarnya.

Guna memudahkan pengisian Envogas, Pertamina melaui perusahaan afiliasinya PT Pertagas Niaga, kini telah menempatkan satu Mobile Refueling Unit (MRU) di Jalan MT Haryono, Jakarta.

“Pemasangan converter kit dan penggunaan Envogas untuk mobil SKK Migas ini adalah wujud nyata dukungan dari pemerintah untuk mensosialisasikan penggunaan BBG. Dengan ditempatkannya MRU di dekat lokasi kantor SKK ini, Pertamina menunjukkan komitmennya yang selalu siap memfasilitasi program konversi energi ke gas,” terang President Director Pertagas Niaga, Jugi Prajogio. SKK Migas menargetkan pada tahun 2016 mendatang akan ada 133 mobil dinas SKK yang beralih menggunakan BBG. Target kerja sama Pertamina dengan SKK Migas untuk konsumsi Envogas di MRU MT Haryono sebesar 1500 lsp/ hari. Bukan hanya untuk mobil dinas SKK Migas, penempatan MRU di Jalan MT Haryono juga diperuntukan untuk kendaraan umum lainnya yang menggunakan BBG. Perhari MRU Envogas ini mampu mengisi kebutuhan BBG sekitar 150 mobil. “Pemilihan lokasi MRU di Jalan MT Haryono ini adalah karena lokasinya strategis. Makin strategis lokasinya maka target ke depannya makin banyak pula masyarakat yang tidak lagi ragu menggunakan Envogas untuk bahan bakar gas kendaraannya. Harapannya nanti langkah SKK ini yang menggunakan Envogas ini juga bisa diikuti oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang lain,” terang GM CNG Pertagas Niaga, Arief Wardono.

Pertamina mendapatkan penugasan dari Kementerian ESDM, Dirjen Migas untuk mengoperasikan 7 MRU guna penyediaan BBG transportasi. Sebelumnya, 4 MRU lainnya telah dioperasikan lebih dahulu di Lapangan Banteng, SPBG Pulo Gebang, Jalan Industri, Kemayoran dan KM 57 Tol Cikampek. MRU adalah unit pengisian BBG berupa CNG (Compressed Natural Gas) yang dapat berpindah tempat dari satu lokasi ke lokasi lain. Penempatan MRU diprioritaskan pada lokasi yang tidak terjangkau oleh pipa gas. Setiap MRU memiliki ukuran 20 ft dengan kapasitas storage sekitar 1800 lsp. Selain MRU, guna memenuhi kebutuhan BBG transportasi Pertamina menyediakan 27 SPBG di berbagai wilayah Indonesia.