BERITA

Sidoarjo, Kota dengan Pelanggan Jargas Terbesar Pertamina

  • Senin, 29 Februari 2016

Sidoarjo – Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur menjadi kabupaten dengan pelanggan jaringan gas kota terbanyak yang dikelola oleh PT Pertamina (Persero) melalui afiliasinya PT Pertagas Niaga. Sejak November 2015, Pertagas Niaga mengelola sekitar 6.500 Sambungan Rumah Tangga (SR) yang dibangun oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Ditjen Migas di Kelurahan Ngingas, Wedoro, Tambak Sawah dan Medaeng.

Sebelumnya sambungan jaringan gas kota tersebut dikelola oleh PT Petrogas Jatim Utama (BUMD Provinsi Jawa Timur) yang telah habis masa kontraknya pada November 2015. Rencananya pada April 2016 Pertamina juga akan mengalirkan gas ke 3.850 SR tahap kedua yang berada di wilayah Kedung Banteng, Kali Dawir, Gempol Sari, Kedung Turi, Kali Tengah, Kludan, Ngaban, dan Desa Putat.

Jargas Kabupaten Sidoarjo memperoleh alokasi gas dari Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) Lapindo Brantas, dengan pasokan sebesar 0.2 MMSCFD untuk jangka waktu kontrak selama 5 tahun. Selanjutnya warga dapat memanfaatkan gas kota ini dengan tarif Rp 3.148/m3. “Kami sangat antusias untuk mengelola dan mengembangkan jaringan gas kota di Sidoarjo karena masyarakat Sidoarjo mayoritas telah teredukasi dan menerima kehadiran gas kota. Selain itu kami sangat terbantu dengan dukungan dari pemerintah daerah,” kata Manager Stakeholder Relation PT Pertagas Niaga di Sidoarjo. Saat ini Pertagas Niaga tengah dalam proses melakukan perbaikan jaringan pipa dan MRS milik Kementerian ESDM, untuk bisa mengalirkan gas ke jaringan gas kota tahap kedua.

Pertagas Niaga yang merupakan anak perusahaan PT Pertamina Gas telah mengoperasikan jaringan gas kota di Kota Jambi, Sengkang, Prabumulih, Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Sidoarjo dengan jumlah pengguna sekitar 21.000 pelanggan. Sesuai dengan Kepmen ESDM Nomor 3328K/12/MEM/2015, pada tahun 2016 ini Pertamina menargetkan juga akan mengalirkan gas di kota/kabupaten yakni di Kabupaten Sidoarjo tahap kedua, Ogan Ilir, Subang, Bontang dan Lhokseumawe. Selanjutnya dalam Kepmen ESDM Nomor 4822K/12/MEM/2015, Pertamina diminta membangun jaringan gas kota di Prabumulih dan Balikpapan dengan jumlah total sekitar 36.000 SR. Jika pengoperasian gas kota ini telah berjalan semua maka jumlah pelanggan jargas Pertamina ditargetkan akan mencapai 98.000 SR. Jaringan gas kota adalah jaringan pipa gas yang dibangun untuk mendistribusikan gas langsung ke rumah tangga atau pelanggan kecil. Di Indonesia, lokasi yang dialiri jargas diutamakan adalah wilayah yang memiliki sumur gas dan telah tersedia infrastruktur pipa gas. Penggunaan jaringan gas kota bagi masyarakat memiliki sejumlah keuntungan yakni lebih aman, praktis, hemat serta mendukung program pemerintah untuk melaksanakan diversivikasi energi.