BERITA

32.000 Rumah Tangga Prabumulih Siap Masak Pakai Gas Bumi

  • Senin, 23 Januari 2017

Prabumulih – Sebanyak 32.000 Sambungan Rumah tangga (SR) jaringan gas bumi di Prabumulih, siap digunakan dan merupakan jaringan gas dengan jumlah terbesar di Indonesia. Pengaliran dimulai dari kelurahan Gunung Kemala, Kecamatan Prabumulih Barat dan akan berlanjut hingga 32.000 sambungan teraliri gas.

Jaringan gas bumi untuk rumah tangga kota Prabumulih melalui APBN 2016 dengan nilai 490 Miliar Rupiah, merupakan kelanjutan dari program sebelumnya sebanyak 4.650 SR yang dimulai pada tahun 2014. Dengan total 36.650 SR, masyarakat Prabumulih bisa memasak menggunakan energi bersih, mudah dan aman.

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Ditjen Migas, KESDM, Alimudin Baso mengungkapkan, secara bertahap pemerintah terus mendorong konversi LPG ke Gas Bumi. Salah satunya dengan pembangunan Jaringan Gas untuk Rumah Tangga (Jargas).

Setiap tahunnya pemerintah mengeluarkan dana APBN untuk menambah jaringan gas bumi di berbagaidaerah. Tahun 2017 target pemerintah menambah 53.000-59.000 sambungan rumah tangga, dengan anggaran sekitar 1,4 Trilyun Rupiah, termasuk di antaranya di Provinsi Sumatera Selatan adalah Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dan Musi Banyuasin.

“Program jargas ini dirancang untuk memudahkan masyarakat dalam memperoleh gas bagi kebutuhan sehari-hari. Suplai gas kota itu kontinyu 24 jam, bisa di akses kapan saja dengan mudah,” kata Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur, Ditjen Migas Kementerian ESDM, Alimuddin Baso dalam kunjungannya di Kelurahan Gunung Kemala, Kecamatan Prabumulih Barat, Kota Prabumulih meninjau infrastruktur jargas, Jumat (20/01). Jargas kota Prabumulih akan diperoleh dari sumur PT Pertamina EP Aset II yang akan mengalir melalui pipa transmisi PT Pertamina Gas dengan alokasi sebesar 1 MMSCFD. Selanjutnya pengelolaan dan pengoperasian jargas dilakukan oleh PT Pertagas Niaga.

“Kota Prabumulih menjadi kota percontohan dimana pemerintah maupun warganya sangat kooperatif dan mendukung program jargas. Kedua factor itu menjadi kunci penting keberhasilan program jargas yang bisa ditiru kota/kabupaten lain,” jelas City Gas and CNG Manager, PT Pertamina (Persero), Ryrien Marisa. PT Pertamina (Persero) saat ini telah mengoperasikan jargas di sepuluh kota/kabupaten melalui penugasan dari KESDM. Dalam waktu dekat jargas yang dikelola oleh Pertamina akan mengalir di Balikpapan, Subang dan Cilegon. Pertamina menargetkan dapat mengoperasikan jargas hingga 200.000 SR pada tahun 2017 di seluruh kota/kabupaten sebagai mana penugasan dari Kementerian ESDM.

Selain meninjau infrastruktur jargas, Alimuddin Baso juga meninjau kesiapan SPBG yang dibangun melalui anggaran APBN di wilayah Cambai, Prabumulih yang akan dioperasikan oleh Pertamina dalam waktu dekat. “Konversi BBM ke BBG untuk kendaraan juga jadi target kami, tahun 2017 direncanakan akan dibagikan 5000 Konventer Kit untuk kendaraan di seluruh Indonesia. Selain itu sebagai wujud kepedulian Pemerintah kepada nelayan untuk menurunkan bahan bakar, serta sebagai bagian dari program konversi BBM ke BBG, tahun 2017 juga akan dibagikan 24.000 Konverter Kit untuk kapal nelayan,” tutup Alimuddin di akhir kunjungannya.