BERITA

Pertagas Niaga Luaskan Pasar di Dumai dan Jawa Timur

  • Rabu, 6 September 2017

Surabaya – Upaya mendorong penyaluran gas langsung ke konsumen industri akhir saat ini menjadi target PT Pertagas Niaga (PTGN). Bekerja sama dengan induk perusahannya, PT Pertamina Gas, PTGN menggela racara Gathering Konsumen di Surabaya untuk merangkul calon konsumen industri potensial di Jawa Timur. PTGN dan Pertagas menjanjikan sanggup menyediakan infrastruktur dan jaminan suplai gas yang dapat diandalkan bagi kelangsungan industri Jawa Timur. President Director Pertagas, Suko Hartono dan President Director Pertagas Niaga, Linda Sunarti menjadi narasumber dalam acara yang dihadiri oleh sekitar 30 pelaku industri Jawa Timur. “Sinergi Pertagas dan PTGN ini menawarkan harga gas yang lebih diterima pasar dan term perjanjian yang lebih fleksibel untuk konsumen,” jelas Linda. Adanya rencana pasokan gas dari beberapa KKKS juga menjadi jaminan suplai kepada konsumen.

 

Di ujung acara, konsumen langsung berdiskusi one on one antara tim komersial PTGN dan Pertagas dan diakhiri langsung dengan penandatanganan key terms. Salah satu industri yang menandatangani perjanjian jual beli gas adalah Maspion 1 untuk mendapatkan suplai gas bagi plantnya yang berada di Sidoarjo dan Maspion 4 untuk plantnya di Gresik dan PT Hanil Jaya Steel, sebuah industri baja di kawasan Waru, Sidoarjo. “Dual suplai, tekanan gas dan adanya kepastian pasokan menjadi kunci penting untuk industri di Jawa Timur. Semoga kerjasama kami dengan PTGN akan berjalan lancar,” tutur Presiden Direktur Maspion Group, Alim Markus.

 

Sebelumnya, PTGN juga telah mengadakan Gathering Konsumen di Dumai, Selasa (22/08). Industri Dumai saat ini rata-rata masih menggunakan cangkang, batu bara dan solar untuk memenuhi kebutuhan energinya. Untuk itu PTGN dan Pertagas memperkenalkan rencana penyaluran suplai gas sebagai sumber energi yang lebih bersih, efisien dan dapat diandalkan. Rencananya Pertagas akan mensuplai gas dengan pipa transmisi Duri Dumai sepanjang 67 kilometer dengan kapasitas 268 MMSCFD yang mendapatkan suplai dari KKKS di lapangan gas bumi di wilayah Sumatera Selatan. Targetnya, jaringan gas pipa ini akan rampung pada kuartal kedua tahun 2018.