Sejarah Perusahaan

"Penerapan Undang-Undang Indonesia (UU RI) No.22/2001 tanggal 23 Nopember 2001tentang Minyak dan Gas Bumi diikuti oleh perubahan struktur di tubuh pertamina. Status hukum perusahaan tersebut beralih menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan nama PT Pertamina (Persero)."

Struktur kegiatan usaha PT Pertamina (Persero) juga mengalami pergeseran bentuk. Usaha gas, yang sebelumnya terintegrasi dalam kegiatan hulu, wajib dikelola oleh anak perusahaan tersendiri. Sebelumnya usaha gas terintegrasi dalam kegiatan direktorat hulu dalam Divisi Utilisasi Gas PT Pertamina. Begitu UU berlaku, struktur berubah, dimana usaha gas dijalankan oleh entitas bisnis terpisah. Entitas ini bertransformasi menjadi anak perusahaan yang diberi nama PT Pertamina Gas (Pertagas). PT Pertagas berdiri pada tanggal 23 Februari 2007 berdasarkan Akta No 12 tentang Pendirian PT Pertagas yang diterbitkan oleh Notaris Marianne Vincentia Hamdani, SH. Akta inilah yang menjadi landasan hukum pengesahan PT Pertagas sebagai anak perusahaan PT Pertamina yang khusus bergerak dalam usaha niaga, transportasi, pemrosesan, dan berbagai bisnis lain yang terkait gas alam dan produk turunannya. Pada kelanjutannya, bisnis PT Pertagas tidak hanya berkembang pada lini transportasi dan pemrosesan. Pada 23 Maret 2010, PT Pertagas membentuk sebuah anak perusahaan yang diberi nama PT Pertagas Niaga. Anak perusahaan ini bertugas menjalankan bisnis niaga gas. PT Pertagas Niaga didirikan mengikuti Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No. 19/2009 tentang Kegiatan Gas Bumi Melalui Pipa. Peraturan ini diterbitkan pemerintah untuk membedakan dan mempermudah penetapan tarif untuk jenis-jenis usaha. Regulasi itu menyebutkan, paling lambat pada 31 Agustus 2011 PT Pertagas harus sudah memisahkan bisnis usaha transportasi dengan bisnis usaha niaganya. Maka berdasarkan Akta Pendirian No. 15 tanggal 23 Maret 2010 dari Notaris Marianne Vincentia Hamdani, SH., berdirilah PT Pertagas Niaga sebagai anak perusahaan PT Pertagas yang memfokuskan bisnisnya di sektor usaha niaga gas bumi dan produk turunannya. Selanjutnya, PT Pertagas Niaga berkembang menjadi salah satu perusahaan niaga gas, yang perlahan tumbuh menjadi salah satu pemasok gas bagi mitra usaha, industri dan konsumen rumah tangga. PT Pertagas Niaga dimiliki oleh PT Pertamina Gas sebagai pemegang saham mayoritas dengan hak kepemilikan 99%, dan 1% saham milik PT Pertamina Hulu Energi. Kegiatan bisnis utama PT Pertagas Niaga adalah niaga gas (gas trading), baik dalam bentuk penyaluran gas langsung ke konsumen melalui pipa, maupun mengalihbentukkan gas untuk distribusi di luar jaringan pipa, seperti pemrosesan gas dalam bentuk CNG dan LNG. Awalnya PT Pertagas Niaga merupakan paper company, yaitu suatu perusahaan yang belum bisa beroperasi secara penuh. Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 4 Juli 2012, PT Pertagas Niaga resmi menjadi perusahaan yang beroperasi secara penuh.